Pelatih Persik Kediri Budi Sudarsono saat memberikan keterangan usai latihan di stadion Brawijaya. (Eko arif s/Jatimtimes)
Pelatih Persik Kediri Budi Sudarsono saat memberikan keterangan usai latihan di stadion Brawijaya. (Eko arif s/Jatimtimes)

Pelatih Persik Kediri, Budi Sudarsono, tegaskan tak akan melepas pertandingan meski sistem kompetisi di tahun ini tidak ada degradasi.

Pelatih kepala yang baru saja diangkat oleh tim berjuluk Macan Putih tersebut justru akan memaksimalkan kompetisi tahun ini sebagai bentuk mempersiapkan diri dalam ajang kompetisi liga di tahun 2021 mendatang.

Baca Juga : Jelang Kompetisi, Pemain Arema FC Dihajar Latihan Fisik

"Kalau kita tidak seperti itu. Terus wacana kitakan sebenarnya ada di 2021," ujarnya kepada JatimTimes, saat ditemui seusai gelar latihan, Sabtu (22/8) sore.

Jadi di kompetisi tahun ini lanjut Budi, justru kita gunakan sebagai kesempatan untuk membangun tim. Apalagi di kubu Persik Kediri banyak dihuni oleh pemain muda. 

"Jelas ini potensi besar bagi kami untuk mempersiapkan mereka di kompetisi 2021 mendatang. Jadi, setiap pertandingan yang akan kita jalani nanti kita anggap pertandingan serius dan pertandingan penting untuk perkembangan tim. Jadi sekali lagi tidak ada istilah melepas pertandingan itu tidak ada," ungkapnya.

Disinggung mengenai target yang akan diraih bagi skuat Macan Putih dalam kompetisi tahun ini, Budi mengaku enggan berbicara terlalu dini.

"Kalau target kita lihat nanti. Namun kalau kita lihat potensi yang ada saya yakin kita dapat berbicara banyak di kompetisi ini. Doakan saja yang terbaik bagi kami," tutupnya.

Baca Juga : Selamat Jalan Coach Djoko Susilo, Pelatih Kawakan yang Banyak Melahirkan Pemain Potensial

Diketahui, ada beberapa regulasi baru yang menjadi acuan dasar dalam penyelenggaran kompetisi lanjutan di Liga 1 pasca sempat berhenti di tengah jalan akibat pandemi Covid-19 melanda tanah air.

Regulasi terbaru yang telah disepakati antara pihak penyelenggara (PSSI) maupun peserta liga diantaranya, tidak adanya tim degradasi dalam gelaran kompetisi kali ini. 

Lalu menyangkut diberlakukannya dua pemain U-20 yang harus dimasukkan ke dalam daftar susunan pemain (DSP) dalam setiap laga pertandingan masing-masing tim. Hingga pergantian pemain yang sebelumnya ditetapkan hanya boleh mengganti tiga pemain, kini berubah menjadi lima pergantian.