Pihak Tergugat bersama dengan kuasa hukumnya di salah satu ruang pengadilan Negeri Jember (foto : istimewa / Jatim TIMES)
Pihak Tergugat bersama dengan kuasa hukumnya di salah satu ruang pengadilan Negeri Jember (foto : istimewa / Jatim TIMES)

Sidang sengketa tanah seluas 26 meter persegi yang ada di Jalan Kaliurang Sumbersari Jember Selasa (11/8/2020) yang dimenangkan penggugat Bondan Heriyono oleh Hakim Pengadilan Negeri Jember, dinilai cacat formil dan materiil oleh kuasa hukum Tergugat (Ahli Waris). 

Menurut Toni Suryo selaku kuasa hukum tergugat, putusan pengadilan tersebut dinilai ada yang janggal. Hal ini jika dilihat dari transaksi jual beli yang tidak diatur dalam ketentuan hukum perdata. “Dari proses jual belinya saja banyak kejanggalan, di mana antara penjual dan pembeli terdapat satu nama. Selain itu, di klausul jual beli sudah jelas akan dibuat di pejabat pembuat akte tanah, tapi nyatanya akad jual beli dilakukan di bawah tangan,” ujar Toni.

Baca Juga : Terdakwa Korupsi Sapi Diganjar 1 Tahun 6 Bulan, Jaksa Ajukan Banding

Toni menjelaskan, bahwa dalam persidangan ini, pihaknya selaku kuasa hukum 7 ahli waris, bukan untuk mencari menang atau kalah, tapi lebih pada keadilan yang harus ditegakkan. “Saya melihat dalam kasus ini, ahli waris membutuhkan keadilan, bukan soal menang atau kalah, dan tadi memang di Aanmaning dijelaskan jika pelaksanaan eksekusi akan dilakukan dalam 8 hari sejak hari ini,” ujar Toni.

Namun pihaknya akan terus melakukan upaya-upaya lain, seperti mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Bahkan jika PN nanti benar-benar akan melaksanakan eksekusi namun tidak memenuhi keadilan, ketujuh kliennya akan pasang badan untuk mempertahankan tanahnya.

Sementara Rawuh Bahagia selaku kuasa hukum Bondan Heriyono yang juga penggugat, kepada sejumlah media mengatakan, bahwa pihaknya meminta kepada tergugat untuk menyerahkan tanahnya secara sukarela, karena dalam 8 hari ke depan, jika tidak ada penyerahan, maka akan diserahkan ke PN untuk melakukan eksekusi.

“Saya menyarankan kepada pihak tergugat untuk menyerahkan tanahnya dengan sukarela, apalagi dalam Aanmaning tadi sudah dijelaskan, bahwa amar putusan hakim sudah inkrah, kalau masih belum puas, mereka harus mengajukan PK,” ujar Rawuh.

Baca Juga : Mantan Ketua Dewan Supriyono Diganjar 8 Tahun Penjara, DPC PDIP Tulungagung Tunggu DPP

Rawuh juga mengatakan, bahwa apa yang dituduhkan oleh tergugat, bahwa tanah yang disengketakan salah objek, juga dinilai tidak benar. “Objeknya sudah benar, yakni tanah seluas 26 ribu meter persegi yang ada di dua titik, mereka kan hanya menunjukkan batas-batas tanah saja yang mereka anggap salah, padahal dalam ukurannya sudah sesuai,” beber Rawuh.

Pihak PN Jember sendiri belum bisa dimintai konfirmasi atas kasus tersebut, saat wartawan ini berusaha mencari penjelasan, oleh Satpam diarahkan untuk menemui besok. “Besok saja mas kalau konfirmasi, saat ini pak Hakim pas padat agenda sidang,” ujar Satpam PN Jember. (*)