Ketua DPD Golkar Bondowoso H Supriadi (Muhlis/jatimtimes)
Ketua DPD Golkar Bondowoso H Supriadi (Muhlis/jatimtimes)

Kekuatan politik di luar maupun di dalam partai Golkar Kabupaten Bondowoso kini seakan ikut dalam arus gejolak politik menjelang Musda Golkar. 

Partai Golkar seakan gadis seksi yang didamba banyak orang. Bagi mereka, partai Golkar merupakan  partai masa depan politik Bondowoso. Sebab dua kandidat yang bakal bertarung merupakan kader terbaik yang memiliki masa depan cerah untuk memimpin Bondowoso di masa yang akan datang.

Baca Juga : Musda Golkar Makin Panas, Dua Kandidat Berebut Aklamasi

Para politikus senior yang berpengaruh di tubuh partai Golkar pun bahkan kini turun gunung untuk meloloskan kadernya masing masing. Mereka terkoneksi ke beberapa politisi di luar Ketua DPD Golkar Bondowoso H Supriadi dan mempengaruhi pengurus Kecamatan yang memiliki hak suara di Musda Golkar.

Para pendukung Ady Kriesna maupun Kukuh Raharjo terus melakukan upaya dan saling klaim memiliki pendukung mayoritas sehingga Musda ini nanti berakhir aklamasi.

Abdul Aziz, salah satu pendukung Kukuh Raharjo meyakini bahwa jagoannya nanti akan memenangkan pertarungan di Musda. "Yang pasti, sudah ada lebih dari separuh pengurus Kecamatan (PK) yang sudah siap mengantarkan Kukuh duduk sebagai ketua DPD.  Mereka solid dan siap memenangkan Kukuh," ucapnya.

Saat ini, Kukuh Raharjo sedang fokus menghadapi Musda. Ia mengaku bahwa Golkar dalam melaksanakan Musda selalu taat dan menjunjung tinggi demokrasi sesuai AD/ART. " Tidak ada intervensi atau penunjukan di awal. Kita ingin Musda ini berjalan secara fair. Sesuai AD/ART adalah musyawarah mufakat. Jika tidak tercapai mufakat, akan dilakukan voting," terangnya.

Sementara itu, Ady Kriesna juga terus melakukan pendekatan dan lobi.  Dalam keterangan yang dihimpun menyebutkan bahwa Kriesna sudah mengantongi 75 persen suara. Itu artinya, ia akan terpilih secara aklamasi.

"Mas Kriesna sudah didukung oleh 75 persen suara. Dia sudah bisa dipastikan menang. Jadi dia sudah pasti calon tunggal. Sebab Pasal 49 Juklak Partai Golkar tentang Musyawarah dan Rapat-Rapat mengatakan bahwa calon yang memperoleh suara diatas 50%+1 sudah bisa ditetapkan sebagai Ketua terpilih” ujar ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Ahmad Sadad.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Bondowoso, H Supriadi mengatakan bahwa Musda kali ini adalah yang paling seksi. Sebab Kader yang maju merupakan kader terbaik. "Siapapun yang dipercaya memimpin Golkar kita dukung. Kita doakan Golkar menjadi partai yang bermanfaat untuk bangsa," katanya.

Baca Juga : Raih Kemenangan Mutlak, Mengapa Soedarman Wakil Bupati Malang Tak Kunjung Dilantik?

Menurut dia, baik Kukuh maupun Kriesna sama-sama memiliki kemampuan memimpin organisasi, meski memiliki latar belakang berbeda. Namun ia mengharapkan  agar Musda nanti bisa berjalan dengan baik.

Dilain pihak, ada upaya untuk menggiring Musda Golkar mengarah pada satu calon. Jalur aklamasi adalah cara terbaik untuk menuntaskan Musda. Bahkan muncul anggapan bahwa yang menang di Musda nanti adalah Anggrek Merah.