Covid-19 (Foto:  GREYT)
Covid-19 (Foto: GREYT)

Virus Covid-19 di Indonesia saat ini masih terus meningkat. Terlebih di Jawa Timur, menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi kasus Covid-19.

Dilansir melalui peta penyebaran Covid-19, kasu Covid-19 di Jawa Timur mencapai angka 17.230. Dari jumlah tersebut, terdapat 6.961 yang dinyatakan sembuh. Sementara ada 1.247 orang yang dinyatakan meninggal dunia.  

Baca Juga : Pasien Covid Kabur dari RSSA, Tukang Ojek Semburat

Dari jumlah kematian itu, tak hanya dari kalangan masyarakat biasa. Melainkan terdapat beberapa pejabat di Jatim yang meninggal karena virus asal Wuhan, China itu.  

Setelah dirangkum, terdapat enam pejabat di wilayah Jawa Timur yang meninggal karena Covid-19, yakni sebagai berikut:

1. Kepala Bapedda Jawa Timur

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Rudy Ermawan Yulianto meninggal dunia, Selasa (14/7/2020).

Rudy meninggal dunia di RSUD dr Soetomo Surabaya sekitar pukul 19.56 WIB. Ia meninggal karena terpapar Covid-19. Sebelumnya, ia dirawat intensif di rumah sakit sejak 7 Juli 2020.  

Dikatakan oleh Gubernur Jatim Khofifah, Rudy terpapar Covid-19 setelah ia mengantarkan sang ayah berobat. "Almarhum sakit setelah mengantar ayahnya berobat yang ternyata positif Covid-19," ujar Khofifah.  

Sebelumnya, 10 hari lalu ayah Rudy juga telah meninggal dunia.

2. Kepala Kemenag Blitar

Berstatus PDP Covid-19, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Blitar Solekan dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (5/4/2020) malam.  

Dikatakan oleh Ketua Tim Rumpun Tracing Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Jatim, Kohar Hari Santoso, Kepala Kemenag Blitar meninggal di RSUD Ngudi Waluyo, Blitar. Ia berstatus PDP Covid-19 setelah mengikuti pelatihan petugas haji di Surabaya.  

"Beliau salah satu peserta pelatihan petugas haji di Surabaya," ujar Kohar. Pelatihan petugas calon Haji di Asrama Haji Sukolilo dilaksanakan pada 9-18 Maret 2020.

Hasil swab-nya baru keluar pada Selasa (14/4/2020) atau lebih dari seminggu setelah kematian.

3. Wakil Pimpinan Kanwil BRI Malang

Wakil Pemimpin Wilayah Bank BRI Malang, berinisial S dinyatakan meninggal karena positif Covid-19. S meninggal pada Selasa (30/6/2020) sekitar pukul 17.25 WIB.  

Sebelumnya, S sempat dirawat di salah satu rumah sakit ternama di Kota Malang. Selain karena Covid-19, S ternyata juga mengidap diabetes melitus.

Kabarnya jenazah S telah dimakamkan di TPU Samaan, Malang. Ada 11 orang yang membantu dalam proses pemakaman.  

4. Kepala DP5A Surabaya

Baca Juga : Kepala Bappeda Jatim Meninggal Dunia, Gubernur Khofifah: Duka Mendalam bagi Keluarga Besar Pemprov Jatim

Kepala Dinas Pengendalian Pendudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Chandra Oratmangun dikabarkan meninggal dunia pada Senin (13/7/2020).  

Informasi meninggalnya Chandra disampaikan Kepala BPB Linmas Surabaya Irvan Widyanto melalui WhatsApp.  

"Berita Duka. Telah meninggal dunia Ibu Chandra Oratmangun Ka DP5A Kota Sby alamat duka jalan Babatan pratama 28/ HH -02 Surabaya smg diterima semua amal baiknya,diampuni segala dosanya dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT," kata Irvan.  

Sebelum meninggal Chandra sempat dinyatakan positif Covid-19. Namun, setelah di tes ulang hasilnya negatif.  

5. Kepala Puskesmas Mantup Lamongan

Seorang dokter yang menjabat sebagai Kepala Puskesmas Mantup Lamongan, dr Arief Agoestono Hadi, meninggal positif Covid-19, Minggu (12/7/2020).

Sehari sebelum ia meninggal, sang istri ternyata sudah meninggal terlebih dahulu pada Sabtu (11/7/2020).  

Keduanya meninggal saat menjalani perawatan di RS Surabaya. Kendati demikian, tempat kerja almarhum hingga kini masih melayani pasien.  

Dipastikan oleh Ketua Gugus tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC) Lamongan Fadeli, petugas atau tenaga medis di Puskesmas tersebut tidak ada yang terpapar Covid-19.  

6. Kepala Puskesmas Slempit Gresik

Kepala Puskesmas Slempit, Kecamatan Kedamean, Gresik, dr Budi Luhur meninggal akibat Covid-19 pada Minggu (12/7/2020).  

Sebelum meninggal, dr Budi sempat dirawat di RS Wates Husada, Gresik. Selain karena Covid-19, dr Budi ternyata juga menderita pneumonia atau radang paru-paru dan juga hipertensi.

Sebelumnya, dikabarkan terdapat belasan tenaga kesehatan di Gresik yang dinyatakan positif Covid-19.