Bupati Faida memberi pemaparan peta persebaran covid-19 kepada Kepala Kantor Imigrasi Said Noviansyah
Bupati Faida memberi pemaparan peta persebaran covid-19 kepada Kepala Kantor Imigrasi Said Noviansyah

Di tengah pandemi Covid-19 tempat pelayanan publik sangat rentan menjadi klaster baru penyebaran virus. Sadar dengan potensi risiko yang ditimbulkan, Bupati Faida meminta Kantor Imigrasi Kelas II Jember, untuk menjadi kantor tangguh Covid-19 guna memutus mata rantai virus.

Hal itu dikatakan bupati saat bertemu Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Jember Said Noviansyah berserta jajaran imigrasi di Pendopo Wahya Wibawa Graha.

Baca Juga : 9 Kecamatan di Ngawi Terancam Kekeringan Saat Kemarau, BPBD Siapkan Suplai Air Bersih

Tingkat keramaian pemohon di kantor imigrasi menurut bupati menjadi faktor rentannya potensi penyebaran virus. Pasalnya, kantor imigrasi tidak hanya melayani pemohon asal Jember tetapi juga dari 3 kabupaten tetangga.

"Kantor imigrasi ini rawan sekali, karena harus tetap melayani tamu yang dari luar kota baik dari Situbondo, Lumajang, Bondowoso, dan sebagian kota lain," ucap Faida.

Kantor imigrasi perlu segera menyiapkan diri menjadi kantor tangguh supaya menjadi kantor yang aman dalam jangka panjang. Tempat baru menjadi pertimbangan namun, Bupati Faida menyebut belum ada keputusan soal tempat yang lebih representatif.

Di tempat yang sama, Said Noviansyah menyampaikan pertemuannya dengan bupati merupakan agenda kerja sekaligus perkenalan. Said belum genap satu minggu berada di Jember, pada 11 Juli kemarin, Said resmi menggantikan Karyana sebagai Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Jember. "Ini hari pertama saya tugas sekaligus bersilaturahmi dengan bupati," tuturnya.

Baca Juga : 1 PDP Covid-19 Meninggal, Relawan PMI Jember Bantu Lakukan Pemakaman dengan SOP Ketat

Selain itu, Said berharap kerja sama yang baik dengan Pemkab Jember dalam penanganan Covid-19 sebab sebagai kantor layanan publik, imigrasi perlu mengetahui peta kerawanan persebaran virus.