Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Ratu Makkah yang bernama Hindun tentu banyak tersiar dalam berbagai kabar dan riwayat sejarah Islam. Dia merupakan salah satu penguasa Makkah yang sangat membenci ajaran Rasulullah SAW sebelum ia menjadi mualaf dan masuk Islam.

Hindun pun dikisahkan masuk Islam saat tengah dalam kondisi terdesak dan menjadi salah satu buronan yang hendak dibunuh di Makkah. Karena saat semua kaum Quraisy memeluk Islam, hanya beberapa orang termasuk Hindun yang enggan masuk Islam.

Baca Juga : Cemburu Tak Mendapat Ghanimah, Kaum Anshar Dibuat Menangis dengan Jawaban Rasulullah SAW

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, ada 10 orang yang disuruh untuk dibunuh termasuk Hindun istri Abu Sufyan. Karena ke 10 orang tersebut tak mau memeluk Islam, meski seluruh kaum Quraisy telah mengucapkan kalimat syahadat.

Suatu ketika, Rasulullah SAW mengumpulkan para perempuan dan setelah mengucapkan syahadat, Rasulullah SAW meminta mereka membuat ikrar janji.

Isi ikrar janji tersebut adalah tidak boleh lagi syirik kepada Allah SWT serta berpasrah kepada Allah SWT. Saat Rasulullah SAW mengatakan itu, terdengar dari saf perempuan suara yang mengatakan, "Wahai utusan Allah, bila seandainya Tuhan-Tuhan selain Allah berguna, maka akan bermanfaat buat kami hari ini,".

Ternyata suara itu adalah suara Hindun dan Rasulullah SAW mengenali suara itu. Maka Rasulullah SAW berkata, “Hindun.” 

Sesaat itu pula, Hindun langsung mengucapkan kalimat syahadat. Karena saat itu, Hindun merupakan satu-satunya perempuan di Makkah yang belum memeluk Islam dan tengah dicari.

Lalu Rasulullah SAW tersenyum dan menerima itu. Padahal, Hindun adalah pembunuh paman Rasulullah SAW yang melakukan tindakan begitu keji. Diriwayatkan, Hindun bahkan memakan jantung paman Rasulullah SAW.

Kemudian Rasulullah SAW melanjutkan perkataan kepada kaum muslimah yang datang dengan ikrar ke dua yaitu, "Yang ke dua, tidak boleh berzina dan memperlihatkan perhiasan kalian baik di tubuh maupun telapak kaki kalian,".

Maka Hindun menyeletuk lagi, "Apakah bebas perempuan di Makkah untuk berzina ya Rasulullah SAW?"

Baca Juga : Tantang Rasulullah SAW, Begini Akhir Hidup Pegulat yang Sombong

Maka pada saat itu Rasulullah SAW tersenyum dan tak menjawab pertanyaan itu. Kemudian melanjutkan poin ikrar selanjutnya. Rasulullah pun berkata, “Yang ke tiga tidak boleh membunuh anak lantaran takut miskin.”

Lalu Hindun kembali menyeletuk dan berkata, “Wahai utusan Allah SWT, kami membesarkan anak-anak kami, lalu kalian membunuhnya di Badar.”

Rasulullah SAW kembali tersenyum dan tak menanggapinya. Rasulullah SAW pun dengan ikhlas menerima tanpa ada dendam serta menerima keislaman Hindun.

Ustadz Khalid menyampaikan, bagaimanapun jahat dan bencinya Islam, saat sudah bersyahadat, maka hatinya akan diberikan cahaya kebenaran. Rasulullah SAW mendahulukan syahadat itu tanpa mempedulikan perasaannya.

"Bisa dibayangkan jika kita di posisi Rasulullah SAW, bagaimana beliau melihat di depan matanya, pamannya sampai Umar bin Khattab berkata jika ia tak pernah melihat tangisan Rasulullah SAW yang sampai terisak. Dan Hindun menjadi motivator untuk peperangan yang terjadi. Namun saat sudah masuk Islam, Rasulullah SAW menerima itu semua," kata Ustadz Khalid.