Anggota PPK saat mengikuti rapid test di Kecamatan Tanggul. (foto : Puji SN / Jatim TIMES)
Anggota PPK saat mengikuti rapid test di Kecamatan Tanggul. (foto : Puji SN / Jatim TIMES)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember melaksanakan rapid test masal, Sabtu (27/06/2020). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu berlangsung secara serentak di seluruh kecamatan di Kabupaten Jember.

Rapid test tersebut diikuti  794 anggota PPS (panitia pemungutan suara). Sebelum tes masal, ada sosialisasi protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19 oleh tim medis.

Baca Juga : Pilkada Saat Pandemi, Ketua DPRD Blitar Yakin Partisipasi Pemilih Tetap Tinggi

Seperti yang terlihat di Kecamatan Tanggul, seluruh komisioner PPK (panitia pemungutan kecamatan) dan PPS  tingkat desa di Kecamatan Tanggul yang berjumlah 29 orang diuji sampel darah untuk mengetahui reaksi imunitas tubuh. 

Ahmad Susanto dari Divisi Teknis Penyelenggara KPU Kabupaten Jember saat ditemui di Pendopo Kecamatan Tanggul mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan penyelenggara pemilu dalam keadaan sehat dan memberi kekuatan psikologi dalam melaksanakan tahapan Pilkada 2020 di Kabupaten Jember.

“Rapid test ini untuk memastikan bahwa petugas PPS benar-benar dalam kondisi sehat, sebelum nanti melakukan tugasnya. Sebab, sebentar lagi mereka sudah memulai tahapan pilkada. Salah satunya akan melakukan verifikasi di masing-masing desa,” ujar Ahmad Susanto.

Susanto menambahkan, atas koordinasi KPU Jember dengan Dinkes dan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jember, selanjutnya dilaksanakan rapid test untuk seluruh penyelenggara adhoc PPK dan PPS.

"Kegiatan awal kami ialah verifikasi faktual (verfak) surat dukungan bakal calon independen. Petugas verfak (PPS) berjumlah 794, ditambah petugas PPK 155. Sebelum dilaksanakan verfak, seluruh petugas diwajibkan tes rapid," ungkapnya. 

Baca Juga : Sempat Tertunda Karena Covid-19, KPU Lanjutkan Tahapan Pilkada Kota Blitar

Ia menambahkan, jika dari hasil tes rapid ini petugas dinyatakan reaktif, pihaknya akan segera mengganti petugas tersebut. Tak hanya itu. Petugas verfak akan dilengkapi alat pelindung diri (APD) seperti hand sanitizer, pelindung wajah, dan tisu.

"Harapannya, untuk memastikan kesehatan para penyelenggara pemilu dalam kondisi yang baik agar bisa menjalankan tahapan pilkada," pungkasnya.