Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Sahabat Rasulullah SAW yang bernama Julaibib memang tak tersohor seperti sahabat-sahabat lain Rasulullah SAW. 

Namun perjalanan dan keimanan seorang Julaibib tentu menjadi teladan yang sangat baik untuk dipelajari seluruh umat muslim di dunia.

Terlahir dari keluarga Anshar yang miskin, Julaibib dalam berbagai riwayat disebut buruk rupa atau jelek dalam pandangan orang kebanyakan. 

Dia memiliki ciri fisik kulit yang hitam kusam dan tubuh yang pendek. 

Meski begitu, kecintaannya kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW sungguh sangat luar biasa.

Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A bercerita, Julaibib memiliki kedudukan yang sangat istimewa di sisi Rasulullah SAW. 

Suatu ketika, Julaibib pun mendatangi Rasulullah SAW dan bertanya berkaitan dengan kehadiran dirinya yang juga belum menikah.

Hingga akhirnya, Rasulullah SAW pun mendatangi seorang terkemuka dan melamar putrinya. 

Orang tua remaja puteri itu pun merasa sangat bahagia dan langsung menerima lamaran Rasulullah SAW.

Namun ketika mengetahui jika lamaran itu bukan untuk Rasulullah SAW melainkan untuk Julaibib, orang tua dari remaja putri itu berpikir dan meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk menanyakannya terlebih dulu kepada istrinya.

Saat sang istri mengetahui, maka ditolaklah lamaran Rasulullah SAW untuk Julaibib. 

Namun dengan tegas, justru remaja putri dari keluarga terpandang yang dilamar Rasulullah SAW untuk Julaibib itu meminta agar orang tuanya menerima lamaran tersebut.

"Ayah, Ibu, kalian beraninya menolak perintah Rasulullah SAW. Nikahkan aku dengan Julaibib," tegas remaja putri tersebut.

Pernyataan remaja puteri itu pun langsung membuat hati ke dua orang tuanya luluh. 

Sang bapak kemudian mendatangi Rasulullah SAW dan diterimalah lamaran Julaibib. 

Tak kama, keduanya kemudian dinikahkan.

Dalam pernikahan ke duanya, Rasulullah SAW berdoa, "Ya Allah siramkan kepada keduanya kebaikan-Mu ya Allah. Jangan jadikan keduanya sebagai orang yang melarat ya Allah,".

Tak lama setelah menikah, panggilan jihad pun datang. 

Julaibib menjadi salah satu pasukan dalam peperangan tersebut. 

Usai pertempuran, Rasulullah SAW pun bertanya kepada para sahabat yang turut berperang, menanyakan apakah mereka kehilangan seseorang.

Pertanyaan yang sama pun dilontarkan Rasulullah SAW hingga tiga kali. 

Karena saat itu, tak satupun sahabat yang mengetahui keberadaan Julaibib. 

Hingga akhirnya Rasulullah SAW berkata, "Aku kehilangan Julaibib,".

Lantas dicarilah Julaibib oleh para sahabat. 

Tak lama, jenazah Julaibib ditemukan tergeletak dengan tujuh musuh yang mengitari dirinya. 

Rasulullah SAW pun sedih dengan gugurnya salah satu sahabat yang sangat istimewa di hatinya tersebut.

Maka Rasulullah SAW datang pada Julaibib dan berkata, "Ya Julaibib, engkau dari aku dan aku dari engkau,". 

Jenazah Julaibib pun diletakkan di tangan Rasulullah SAW dan Rasulullah SAW sendiri yang turut memasukkan Julaibib ke liang kubur.

"Sedangkan sang istri, dikisahkan menjadi seorang janda dengan kehidupan yang paling indah. Karena telah mematuhi perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW," pungkas Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.