Cuaca Ekstrem Karamkan Puluhan Perahu di Situbondo, Nelayan dan Wisata Bahari Ikut Terdampak
Reporter
Wisnu Bangun Saputro
Editor
Dede Nana
20 - Aug - 2025, 02:53
JATIMTIMES - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah pesisir utara Kabupaten Situbondo sejak Selasa malam (19/8/2025) hingga Rabu dinihari (20/8/2025) menyebabkan puluhan perahu karam dan rusak. Bencana alam ini tidak hanya menimpa nelayan, tetapi juga perahu layar wisata yang akan digunakan dalam lomba tradisi Ayam Sap Sap di kawasan Wisata Bahari Pasir Putih.
Kasatpolairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa menyampaikan sebanyak total delapan perahu nelayan karam di pantai Kalbut, Desa Semiring dan Desa Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran. Dari jumlah tersebut, satu perahu mengalami rusak berat, sementara tujuh lainnya karam akibat terjangan gelombang tinggi yang dipicu angin kencang.
“Syukurlah tidak ada korban jiwa, namun kerugian materil cukup besar bagi nelayan,” ujar petugas Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, Rabu (20/8/2025).
Perahu yang karam di antaranya milik Zainur Rosi, nelayan asal Desa Semiring, serta tujuh perahu lainnya milik nelayan Desa Tanjung Kamal. Hingga Rabu pagi, para nelayan masih belum bisa mengevakuasi perahu mereka karena kondisi gelombang laut tetap tinggi dan membahayakan keselamatan.
Di saat bersamaan, kawasan Wisata Bahari Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, juga dilanda badai. Koordinator Pengelola Wisata Pasir Putih, Yogie Kripsian Sah, menyebutkan sedikitnya 20 perahu layar wisata tenggelam meski sedang ditambatkan di pantai.
“Kejadiannya sekitar pukul 22.00 WIB, angin kencang disertai hujan deras membuat ombak tinggi dan mengakibatkan 20 perahu karam,” jelas Yogie, yang juga menjabat sebagai Camat Bungatan.
Sejak Rabu pagi, para pemilik perahu yang tergabung dalam Ikatan Perahu Pasir Putih (Ikaperti) bekerja sama melakukan evakuasi. Namun, sebagian perahu mengalami kerusakan cukup parah, di antaranya tiang layar dan kitir patah akibat derasnya hantaman ombak.
Kondisi ini tentu menjadi pukulan berat bagi pelaku wisata bahari, mengingat lomba perahu layar Ayam Sap Sap dijadwalkan digelar pada 23–24 Agustus 2025 mendatang. Event budaya yang rencananya akan dibuka langsung oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo itu terancam terganggu akibat kerusakan armada perahu peserta.
Baca Juga : Disporapar Kota Malang Catat Lonjakan Wisatawan, Kayutangan Heritage Jadi Magnet Utama
Koordinator Pusat Pengendalian dan Penanggulangan Bencana BPBD Situbondo, Puriyono menegaskan, cuaca ekstrem yang terjadi merupakan fenomena yang berulang di wilayah pesisir. "Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan menunda aktivitas di laut hingga kondisi benar-benar aman," jelas Puriyono.
Tidak hanya itu, Puriyono juga menyampaikan jika tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun kerugian materil ditafsir ratusan juta rupiah.
"Total 28 perahu yang rusak, 8 perahu tangkap milik nelayan dan 20 perahu wisata di Wisata Bahari Pantai Pasir Putih. Kerugian ditafsir ratusan juta rupiah, untuk kepastiannya masih dalam tahap perhitungan," pungkasnya Koordinator Pusdalops BPBD kabupaten Situbondo itu.
