Viral Mahasiswi Kesehatan Diduga Depresi, Jelang Ujian Skripsi Diminta Ganti Dosen Penguji
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
31 - Jul - 2026, 06:33
JATIMTIMES - Video yang memperlihatkan mahasiswi Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jessica Sofia Tunardjo, histeris viral di media sosial. Video berdurasi 31 detik yang diunggah akun Facebook Jublina Thalo itu memperlihatkan Jessica yang merupakan mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana menangis histeris di pangkuan seorang perempuan yang menenangkannya.
Dalam video tersebut terdengar seorang perempuan berusaha menenangkan Jessica. "Besok kita cari jalan. Diam sudah," ucap perempuan tersebut.
Baca Juga : Nurman Herin Jadi Tersangka Baru Kasus TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siapa Dia?
Narasi yang menyertai unggahan itu menyebut Jessica diduga mengalami depresi setelah dosen pengujinya, meminta agar dosen penguji diganti sesaat sebelum ujian hasil skripsi dimulai.
"Beta pung kawan (kawan saya) sebentar ujian skripsi dari Prodi FKM dan tiba-tiba dosen penguji hubungi dia untuk ganti dosen penguji ai jam mau ujian. Ini maksudnya mau menyusahkan atau keimana (bagaimana) dan sekarang ala ada stres dan lagi ditangani oleh keluarga," demikian narasi yang beredar di media sosial.
Narasi tersebut juga menyebut Jessica telah 12 kali batal menjalani ujian proposal karena dosen penguji yang sama disebut berulang kali membatalkan jadwal ujian. Pengunggah pun meminta agar persoalan itu dipublikasikan supaya tidak ada mahasiswa lain yang mengalami hal serupa.
Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana, Apris Adu, membenarkan adanya kejadian tersebut.
Menurut Apris, setelah video itu viral, pihak fakultas bersama jajaran pimpinan langsung menggelar rapat koordinasi untuk menelusuri informasi yang beredar. Kampus juga mengecek kondisi Jessica yang saat itu mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Wira Sakti Kupang.
"Pada saat kami mendapatkan informasi, kami langsung melakukan rapat koordinasi bersama seluruh pimpinan untuk mengecek informasi ini," kata Apris, dilansir detikBali, Jumat (31/7/2026).
Baca Juga : Cara Daftar Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Merdeka, Panduan Lengkap War Tiket dan Syaratnya
Ia mengatakan hasil rapat memutuskan agar persoalan tersebut segera diselesaikan. Fakultas juga mulai meminta keterangan dari dosen pembimbing maupun dosen penguji guna mengetahui kronologi secara utuh.
Namun, proses klarifikasi terhadap dosen penguji belum bisa dilakukan karena yang bersangkutan sedang mengalami kedukaan.
"Namun, dosen penguji tersebut masih ada kedukaan, sehingga kami jadwalkan besok ini kami sudah bisa dapatkan hal-hal yang berkaitan tersebut," ujar Apris.
