Sertijab Kepala MTsN 2 Kota Malang: Amanah Berpindah, Harapan Tetap Dijaga
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Yunan Helmy
27 - Apr - 2026, 07:09
JATIMTIMES - Pergantian kepemimpinan di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Malang pada Senin 27 April 2026, berlangsung dalam suasana yang tidak sekadar resmi, tetapi juga sarat makna. Peralihan jabatan memperjelas arah kepemimpinan berikutnya. Mokhamad Amin Tohari, S.Ag., M.Pd.I., yang memimpin MTsN 2 Kota Malang pada periode 2023 hingga 2026 secara resmi menyerahkan amanah kepada Anita Yusnita, M.Pd sebagai kepala madrasah yang baru.
Pada saat yang sama, posisi kepala urusan tata usaha juga berganti dari Drs. Suhariyono kepada Bima Wahyu Hermananta, S.Sos., M.M. Pergantian ini menjadi penanda kesinambungan struktur sekaligus pembaruan peran di dalam lembaga.

Dalam penyampaiannya, Mokhamad Amin Tohari tidak menitikberatkan pada capaian, melainkan pada hubungan yang telah terbangun selama masa kepemimpinannya. Pihaknya berharap berbagai upaya yang telah dirintis dapat terus dijaga dan dikembangkan oleh kepemimpinan berikutnya.
Baca Juga : Ingin Kuliah Gratis? Ini 10 Beasiswa 2026 yang Wajib Kamu Cek Sekarang
“Kita hanya pisah tugas, namun persaudaraan tetap terjalin selamanya (seduluran sak lawase),” ungkapnya.
Sementara itu, Anita Yusnita menegaskan posisinya sebagai penerus estafet, bukan memulai dari titik nol. Ia menyampaikan komitmen untuk melanjutkan arah yang telah dibangun, sekaligus membuka ruang pengembangan ke depan. Dukungan kolektif dari seluruh warga madrasah menjadi hal yang ia tekankan, sembari menyampaikan apresiasi kepada pendahulunya atas fondasi yang telah diletakkan.
"Terimakasih atas pengabdian dan kontribusinya dalam memajukan madrasah," ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota (Kemenag) Malang KH. Achmad Shampton, S.Hi., M.Ag., menekankan bahwa setiap jabatan menuntut kesiapan untuk terus berinovasi dan beradaptasi. Ia menyebut pergantian kepemimpinan sebagai bagian yang wajar dalam dinamika organisasi, sekaligus momentum untuk memperkuat kualitas dan sinergi.
Apresiasi juga disampaikan kepada Mokhamad Amin Tohari, disertai harapan agar nilai-nilai positif yang telah dibangun tetap menjadi pijakan. "MTsN 2 Kota Malang diharapkan terus berkembang sebagai “mutiara dari timur Kota Malang” dengan prestasi yang semakin gemilang," katanya.
Nuansa emosional semakin terasa saat perwakilan guru dan tenaga kependidikan, Erna Dwi Kaseksi, S.Pd., menyampaikan kesan yang penuh makna. Menurutnya, apa yang dilakukan selama ini oleh para pimpinan tentunya akan menjadi sebuah amal jariyah yang akan terus bergulir pahala sepanjang masa. “Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi, bimbingan, dan kebersamaan yang telah diberikan, serta memohon maaf apabila selama berinteraksi terdapat kekhilafan,” tuturnya.

Prosesi serah terima jabatan kemudian, dilanjutkan pada agenda inti yang berlangsung melalui penandatanganan berita acara serah terima jabatan yang disaksikan oleh pejabat terkait dari Kemenag. Proses ini tidak hanya menjadi formalitas administratif, tetapi juga simbol berpindahnya tanggung jawab dan kepercayaan. Penghargaan terhadap pengabdian sebelumnya ditunjukkan melalui penyerahan cinderamata berupa karikatur kepada Mokhamad Amin Tohari dan Drs. Suhariyono, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan bagi perkembangan madrasah.
Baca Juga : Dosen Administrasi Negara Unisba Blitar Bersama Mahasiswa Edukasi Hoaks AI di Klampok
Kehangatan hubungan antarwarga madrasah kemudian terlihat dalam musafahah yang berlangsung secara alami. Penampilan lagu dari siswi kelas 8J, Qiara dan Qonita, menjadi penutup yang menghadirkan keseimbangan antara haru dan kebahagiaan.
Sementara itu, momen ini juga menjadi titik temu berbagai unsur pendidikan, mulai dari guru dan tenaga kependidikan, perwakilan MAN 1 dan MAN 2 Kota Malang, hingga jajaran Kementerian Agama Kota Malang. Kehadiran Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Abdul Mughni, S.Pd., M.Pd., serta Pengawas Madrasah Farid Wajdi Sjaifullah, M.Pd., memperlihatkan bahwa momen ini tidak hanya penting secara internal, tetapi juga dalam kerangka kelembagaan yang lebih luas.
