Terjadi 184 Gempa di Jatim Pada Penghujung April
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
A Yahya
24 - Apr - 2026, 08:26
JATIMTIMES - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi ratusan gempa bumi jelang penghujung April 2026. Gempa bumi yang terjadi di wilayah Jawa Timur (Jatim) dan sekitarnya tersebut, didominasi oleh gempa bumi dangkal. Sehingga efeknya tidak sampai dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Pada periode 17-23 April 2026 terjadi 184 gempa bumi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya," ujar Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang Ricko Kardoso kepada JatimTIMES, Jumat (24/4/2026).
Baca Juga : Perkuat Sinergi Vokasi, MPM Honda Jatim Gelar Sarasehan SMK Binaan di Surabaya
Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, diutarakan Ricko, gempa bumi yang terjadi pada periode menjelang penghujung April 2026 tersebut didominasi oleh kejadian gempa bumi dangkal. Yakni dengan sebanyak 149 kejadian.
"Sedangkan untuk gempa bumi menengah ada 34 kejadian dan satu kejadian lainnya merupakan gempa bumi dalam," imbuhnya.
Dijelaskan Ricko, gempa bumi dangkal ialah gempa yang terjadi di kedalaman pada rentang antara 0-60 kilometer dari permukaan laut. Sedangkan gempa bumi menengah ialah kedalaman gempa pada rentang 60-300 kilometer.
Sementara gempa bumi dalam ialah gempa yang berada pada kedalaman lebih dari 300 kilometer dari permukaan laut. Artinya, tidak semua kejadian gempa bumi dapat dirasakan secara langsung oleh manusia.
"Pada periode ini tidak terdapat kejadian gempa bumi dirasakan," imbuhnya.
Baca Juga : Ketua Pansus LKPJ DPRD Jatim: Angka IKLH Lampaui Target, Tunggu Penetapan KLH
Ricko menyebut, kejadian gempa bumi terbanyak terekam pada 20 April 2026. Yakni dengan jumlah 52 kejadian gempa bumi. "Sedangkan kejadian gempa bumi paling sedikit pada periode kali ini terekam pada 23 April 2026 dengan jumlah 13 kejadian," tuturnya.
Kejadian gempa bumi pada periode jelang penghujung April 2026 tersebut, disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik IndoAustralia dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal. "Magnitudo terbesar pada periode ini adalah M 4.88 dan magnitudo terkecilnya yaitu M 1.13," pungkasnya.
