Pemkot Malang Periksa Sopir Antar Kota, Temukan Indikasi Alkohol dari Tape dan Gangguan Pendengaran
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
10 - Mar - 2026, 02:08
JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para sopir angkutan antar kota jelang lebaran. Hal itu sebagai langkah memastikan keselamatan penumpang dan kelayakan pengemudi saat berkendara di jalan raya.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan bahwa secara umum hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi para sopir masih tergolong layak untuk bertugas. Namun demikian, terdapat sejumlah catatan yang perlu menjadi perhatian.
Baca Juga : Kediri–Blitar 1870: Ketika Desa-Desa Jawa Dikuasai Jaringan Jago
“Agenda kami cek kesehatan untuk sopir antar kota. Sementara ini memang rata-rata masih layak,” ujar Wahyu, Selasa (10/3/2026).
Meski mayoritas sopir dinyatakan layak, tim kesehatan menemukan beberapa indikasi yang perlu ditindaklanjuti. Salah satunya adalah temuan kadar alkohol pada salah satu sopir yang diduga berasal dari jajanan tape.
“Ada catatan, ada yang terindikasi alkohol tapi dari tape. Rata-rata juga ada darah tinggi karena baru datang,” ungkap Wahyu.
Selain itu, pemeriksaan juga menemukan adanya sopir yang tidak merespons saat dilakukan tes pendengaran. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan keselamatan berkendara.
“Juga ada driver yang dites pendengarannya tidak respons. Nah, makanya dilakukan tes ini agar driver semua layak,” katanya.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Wahyu mengaku telah meminta Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang untuk memastikan pemeriksaan kesehatan dilakukan secara lebih detail, khususnya pada aspek pendengaran.
Baca Juga : Komdigi Ungkap 7 Risiko Anak di Media Sosial, Mulai dari Konten Berbahaya hingga Gangguan Psikologis
“Kami sudah minta pak kadinkes agar pendengaran juga di cek benar-benar. Dari dokter akan dilihat, kalau memang dari tape memang ada kadar alkoholnya,” jelas Wahyu.
Ia menegaskan bahwa pemeriksaan ini bertujuan memberikan rekomendasi kepada para sopir dan pemilik angkutan agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan pengemudi serta kelayakan kendaraan sebelum beroperasi.
“Ini merekomendasikan kepada semua driver dan pemilik angkutan agar pada saat di jalan tidak ada sesuatu hal. Kemudian fisik kendaraan juga akan dilakukan pengecekan,” pungkasnya.
Pemeriksaan kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Malang memastikan keamanan transportasi umum, sekaligus meminimalkan potensi kecelakaan yang disebabkan oleh kondisi kesehatan pengemudi maupun kelayakan kendaraan.
