Viral, Sahur On The Road di Jombang Pakai Sound Horeg hingga Ada Jogetan Seksi

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

25 - Feb - 2026, 04:09

Potret diduga wanita menari seksi di gelaran saur on the road Jombang. (Foto: @inijawatimur)

JATIMTIMES - Gelaran sahur on the road (SOTR) di Kabupaten Jombang viral di media sosial. Bukan karena kegiatan berbagi makanan sahur, acara tersebut justru menuai sorotan lantaran menghadirkan sound horeg hingga penari seksi di tengah momen Ramadan.

Video SOTR itu diunggah sejumlah akun TikTok dan dengan cepat menyebar luas. Dalam rekaman terlihat ribuan orang melakukan pawai menggunakan sepeda motor sambil mengiringi sejumlah sound horeg. Rombongan melintas di jalan kampung hingga area persawahan sejak suasana masih gelap sampai menjelang pagi.

Baca Juga : Lahan Jadi Kendala KDMP di Jombang, DPRD Panggil Sejumlah OPD

Tak hanya dentuman musik keras, salah satu video juga memperlihatkan adanya penampilan penari berpakaian pres bodi yang berjoget di depan sound system milik Aprelia Production. Penari tersebut tampak meliuk-liuk dan beberapa kali menerima saweran dari penonton yang berada di sekitar lokasi.

Aksi tersebut langsung menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menyayangkan adanya hiburan semacam itu dalam kegiatan sahur on the road di bulan suci Ramadan.

“Puasa kok masih ada dancer seperti itu, seharusnya lebih santun,” tulis akun @Aji*** dalam kolom komentar.

“Bagaimana sahur on the road kok ada penari,” tambah akun @iqb***.

Tak sedikit pula yang mempertanyakan konsep acara tersebut karena dinilai jauh dari esensi sahur dan semangat Ramadan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, gelaran SOTR dengan sound horeg tersebut diketahui tidak mengantongi izin resmi. Baik dari pihak kepolisian maupun pihak pemerintah desa setempat. 

Baca Juga : Miris! Singkong, Tempe dan Jeruk Jadi Menu MBG di Jombang, Kepala SPPG Minta Maaf

Gelaran tersebut digelar di sepanjang jalan penghubung Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso dengan Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh, pada Minggu (22/2) pagi. 

Dalam keterangan unggahan juga disebutkan bahwa ada lebih dari 10 sound horeg yang ikut serta dalam SOTR di Desa Jatibanjar tersebut. Salah satunya sound milik Aprelia Production. 

Mirisnya, selama ini Jombang dikenal sebagai kota santri, karena banyaknya pondok pesantren hingga kiai yang lahir dari wilayah ini. 

Untuk diketahui, fenomena sound horeg sendiri belakangan kerap menjadi perhatian karena penggunaan sistem audio berdaya besar yang menghasilkan suara menggelegar dan sering memicu keluhan warga.