Kota Batu Tuan Rumah Rembug Paripurna KTNA 2026, Wawali Targetkan Okupansi Hotel hingga Libatkan Coo SAE
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Yunan Helmy
21 - Feb - 2026, 11:58
JATIMTIMES – Kota Batu bersiap menghadapi tantangan besar sebagai tuan rumah ajang antar-petani dan nelayan berskala nasional. Yakni Rembug Paripurna KTNA Nasional yang dijadwalkan pada 19–23 September 2026 mendatang.
Hal tersebut diketahui usai audiensi pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) untuk mematangkan rencana dengan Wawali Heli Suyanto. Pertemuan yang berlangsung di Balai Kota Among Tani, Jumat (20/2/2026) itu diklaim bukan sekadar basa-basi birokrasi. Heli menekankan bahwa gelaran tersebut harus menjadi ujian sekaligus pembuktian bahwa Kota Batu mampu mengelola ribuan perwakilan petani dan nelayan dari seluruh pelosok Indonesia.
Baca Juga : Negara yang Gagal, Wangsa yang Menang: Panembahan Agung Ponorogo dan Lahirnya Kajoran
Heli menegaskan, dukungan pemerintah tidak boleh berhenti pada surat izin semata. Ia menuntut adanya gerak nyata yang mampu memberikan dampak ekonomi langsung, terutama pada sektor hunian dan produk lokal.
"Kegiatan ini harus membawa manfaat riil. Selain menggerakkan sektor pertanian, kita targetkan ada lonjakan pada okupansi hotel dan perputaran ekonomi di sektor UMKM," tegas Heli.
Heli juga mengingatkan agar momentum ini menjadi ajang promosi bagi sektor pertanian lokal. Ia secara khusus menyebut Cooperative Smart Agriculture Ecosystem (Coo SAE) sebagai mitra strategis yang harus dilibatkan aktif untuk menunjukkan kecanggihan tata kelola tani di Kota Batu kepada peserta nasional.
Namun, di balik optimisme tersebut, tantangan besar menanti. Sebagai forum strategis untuk konsolidasi organisasi dan penyampaian aspirasi kebijakan pusat, koordinasi antar-instansi di Pemkot Batu akan diuji. Kesiapan logistik dan kenyamanan peserta menjadi harga mati jika tidak ingin citra wisata Kota Batu tercoreng.
Heli meminta KTNA untuk terus melakukan sinkronisasi data terkait jumlah peserta yang hadir. Hal ini krusial untuk memetakan kebutuhan fasilitas pendukung agar tidak terjadi penumpukan atau kendala teknis saat hari-H.
Baca Juga : Jadikan 2026 Momentum Percepatan Pembangunan, Bupati Jember Sebut Tahun Pembuktian
"Kita punya media promosi yang bagus di tingkat nasional lewat acara ini. Jangan sampai dilewatkan begitu saja tanpa persiapan yang matang di lapangan," imbuhnya.
Dengan waktu persiapan yang masih cukup panjang, Heli berharap Rembug Paripurna KTNA ini menjadi katalisator bagi kebangkitan pertanian lokal di mata nasional, sekaligus mengukuhkan posisi Kota Batu sebagai destinasi MICE (meeting, kncentive, convention, and exhibition) yang mumpuni.
