Waspada Phishing Catut Nama Kelurahan Temas, Dua Warga Tertipu
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
A Yahya
12 - Feb - 2026, 12:43
JATIMTIMES – Masyarakat Kota Batu diminta untuk ekstra waspada terhadap peredaran pesan singkat yang mengatasnamakan instansi pemerintah. Terbaru, identitas Kelurahan Temas dicatut oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi kejahatan siber bermodus phishing. Hingga Rabu (11/2/2026), dilaporkan sedikitnya dua warga telah menjadi korban peretasan data tersebut.
Lurah Temas, Adi Santoso, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai keresahan warga akibat pesan penipuan tersebut. Ia menyebut pelaku bekerja cukup rapi dengan menyisipkan istilah birokrasi agar pesan yang dikirim terlihat resmi dan meyakinkan.
Baca Juga : Pejalan Kaki Meninggal Ditabrak Pengendara Motor di Singosari saat Menyeberang Jalan
"Setidaknya sudah ada dua laporan warga yang jadi korban. Pelaku memanfaatkan kelengahan terkait keamanan data digital di ponsel," jelas Adi Santoso.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pelaku melancarkan aksinya melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp. Isinya berupa iming-iming hadiah atau klaim penyaluran bantuan sosial. Untuk mendapatkan hak tersebut, korban diarahkan untuk meng-klik sebuah tautan (link) atau mengisi data administrasi kependudukan yang bersifat sensitif.
Bahayanya, tautan tersebut diduga kuat merupakan pintu masuk bagi pelaku untuk meretas akses data pribadi, kode verifikasi, hingga menguras saldo rekening digital milik korban.
"Ada yang diminta PIN, ada juga yang dipandu seolah sedang mengurus administrasi bantuan," imbuh Adi.
Padahal, sambungnya, begitu klik tautan itu, akses data pribadi mereka mulai terancam. Merespons kejadian ini, pihak Kelurahan Temas melakukan sosialisasi masif melalui perangkat RT/RW serta kanal media sosial resmi. Adi menegaskan bahwa seluruh prosedur pelayanan publik di Kelurahan Temas dilakukan secara formal dan tidak pernah meminta data rahasia seperti kode OTP atau PIN melalui pesan pribadi.
Baca Juga : Ratusan Mahasiswa Demo di Gedung DPRD Jatim, Berikut Sederet Tuntutannya
Pihak kelurahan kini tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melacak penyebaran informasi palsu tersebut. Adi juga mengimbau warga agar tidak ragu untuk datang langsung ke kantor kelurahan jika menerima informasi yang meragukan. Hal ini penting dilakukan guna memvalidasi kebenaran informasi sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.
"Masyarakat harus paham, pihak kelurahan tidak pernah meminta data rahasia seperti itu melalui WhatsApp. Jika ada yang mengharuskan transfer uang atau meminta kode-kode tertentu, bisa dipastikan itu adalah penipuan," tegasnya.
