Terpilih Aklamasi Jadi Ketua IPSI Kabupaten Malang, Politisi Gerindra Zia'ul Haq Fokus Jaring Atlet lewat Puslat

Reporter

Ashaq Lupito

Editor

Yunan Helmy

01 - Feb - 2026, 03:55

Politisi Gerindra Zia'ul Haq (dua dari kiri) saat menghadiri serangkaian agenda Muskab IPSI Kabupaten Malang yang menyatakan dirinya resmi terpilih memimpin IPSI Kabupaten Malang periode 2026-2030 secara aklamasi pada Sabtu (31/1/2026).

JATIMTIMES - Politisi Partai Gerindra Zia'ul Haq resmi mengemban amanah untuk memimpin Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Malang periode 2026-2030. Politisi yang karib disapa Zia ini didapuk menjadi ketua secara aklamasi dalam Muskab IPSI Kabupaten Malang yang berlangsung pada Sabtu (31/1/2026).

Agenda muskab tersebut  dihadiri oleh sejumlah perguruan pencak silat anggota IPSI Kabupaten Malang. Dari total 26 perguruan pencak silat anggota IPSI Kabupaten Malang, 24 di antaranya hadir dalam agenda muskab.

Baca Juga : Jadwal UFC 325 Hari Ini: Volkanovski vs Diego Lopes Berebut Sabuk Kelas Bulu di Sydney

Para perguruan pencak silat yang hadir dalam agenda muskab tersebut kemudian menyatakan sepakat untuk memilih Zia sebagai nakhoda baru. Muskab tersebut juga turut disaksikan langsung oleh Pengprov IPSI Jawa Timur.

Dalam pernyataannya, Zia mengaku amanah yang disematkan kepada dirinya tersebut merupakan tugas besar yang harus dijalankan dengan serius. Terlebih, komitmen tersebut juga berkaitan dengan upaya dalam menorehkan prestasi sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Malang di berbagai ajang keolahragaan silat.

"Ini tugas baru (bagi saya, red), tugas besar, sehingga tidak ada fokus lain selain meningkatkan prestasi," ujar Zia dalam keterangan tertulisnya yang dimuat JatimTIMES, Minggu (1/2/2026).

Zia menegaskan, terpilihnya ia sebagai ketua IPSI Kabupaten Malang bukan semata-mata sebagai agenda seremoni. Namun juga melekat tentang tugas dalam meningkatkan prestasi pada geliat keolahragaan, khususnya pada cabor pencak silat.

"Saya rasa siapa saja yang mendapat amanah menjadi ketua, tentu akan memikirkan hal serupa, termasuk saya, meskipun mungkin ada perbedaan dalam caranya saja," ujarnya.

Zia menyebut, upaya meningkatkan prestasi dalam bidang olahraga bukan menjadi tanggung jawab sektoral saja. Sehingga turut diperlukan kolaborasi lintas sektor yang tentunya perlu untuk segera diformulasikan dan dijalankan.

"Jadi, tidak bisa hanya bertumpu pada dana hibah saja. Sehingga harus ada banyak skema, salah satunya berkolaborasi dengan suatu perusahaan," tuturnya.

Dalam kolaborasi tersebut, diutarakan Zia, nantinya bisa turut memanfaatkan corporate social responsibility (CSR) yang turut berasal dari perusahaan-perusahaan swasta tersebut. "Sehingga CSR-nya bisa dimanfaatkan untuk pembinaan atlet hingga menggelar kejuaraan," imbuhnya.

Baca Juga : Voli SMANDA CUP Antar-SMP dan MTs Se-Jatim Bergulir, 31 Tim Terbaik Bersaing Rebut Juara

Dengan beberapa langkah termasuk menggandeng pihak perusahaan swasta tersebut, Zia optimistis kedepannya akan banyak prestasi yang bakal diraih oleh para pesilat di Kabupaten Malang. "Namun dalam pelaksanaannya, untuk meningkatkan prestasi tersebut tentunya masih banyak yang harus dilakukan. Seperti memaksimalkan manajemen organisasi dan lain sebagainya," ungkapnya.

Zia menambahkan, nantinya selama periode kepemimpinannya sebagai ketua IPSI Kabupaten Malang, pihaknya tidak hanya akan fokus pada meraih presentasi. Namun lebih dari itu, politisi yang kini juga menjadi anggota legislatif Kabupaten Malang ini juga berencana untuk kembali mengaktifkan berbagai pusat pelatihan (puslat).

Harapannya, terobosan tersebut bisa lebih menjaring bakat-bakat dari tingkat akar rumput. "Penjaringan bibit (atlet, red) itu harus lebih dimasifkan, salah satunya dengan mengaktifkan dan mengoptimalisasikan puslat," imbuhnya.

Diterangkan Zia, puslat yang ia maksud tersebut tidak hanya fokus pada pembinaan kepada para atlet maupun calon atlet. Namun juga mencakup banyak sektor termasuk yang berkaitan dengan hal teknis.

"Sehingga, pembinaan itu nantinya dapat dilakukan secara merata, baik dari sisi keorganisasian maupun teknis keolahragaan secara langsung yang dilakukan melalui puslat," pungkasnya.