Hanya Jadi Pajangan Dua Bulan, Nasib Smart Gate Alun-Alun Batu Menggantung
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Yunan Helmy
31 - Jan - 2026, 12:34
JATIMTIMES – Nasib pintu parkir otomatis alias smart gate parking di kawasan Alun-Alun Kota Wisata Batu kian menggantung. Meski sudah sekitar dua bulan dipasang dan melewati masa uji coba sejak awal Desember 2025, perangkat elektronik yang menelan anggaran daerah ini tak kunjung dioperasikan secara fungsional.
Janji pengoperasian yang semula ditargetkan pada akhir Desember hingga pertengahan Januari pun menguap begitu saja. Situasi kian kabur seiring dengan pergantian nakhoda di tubuh Dishub, dari Hendry Suseno kepada Susetya Herawan.
Baca Juga : 7 Situs Nonton Anime Gratis, Bisa Download Langsung atau Streaming dengan Koleksi Lengkap
Kepala Dishub Kota Batu yang baru, Susetya Herawan, mengaku belum sepenuhnya menguasai detail teknis gate yang sudah terlanjur terpasang tersebut. Ia berkilah masih ada perangkat pendukung yang belum tersedia untuk menggerakkan palang otomatis itu.
"Ada satu alat semacam remote untuk mengoperasikan gate. Kalau itu sudah ada, baru bisa berfungsi. Namun, saya belum bisa pastikan kapan perangkat itu dipasang," ujarnya saat ditemui, belum lama ini.
Berdasarkan pantauan JatimTIMES, pintu parkir elektronik yang terpasang di tiga titik kawasan Alun-Alun Kota Batu tidak berfungsi. Hanya ada penjagaan dari juru parkir dan sejumlah petugas Dishub di pintu tersebut untuk menerima pembayaran parkir dan memberikan karcis resmi.
Alur parkir dengan pembayaran awal saat masuk gate itu sebenarnya diberlakukan untuk uji coba agar menghindari kebocoran. Pengetatan tersebut sebelumnya direncanakan hanya berlaku hingga gate parkir elektronik sudah difungsikan.
Data lapangan dari Dishub menunjukkan bahwa tanpa bantuan gate, penarikan parkir manual dengan pengawasan ketat belakangan ini justru mencatatkan lonjakan. Jika sebelumnya setoran parkir alun-alun hanya berkisar Rp 20 juta per bulan, kini realisasinya diklaim mampu menembus angka di atas Rp 100 juta saat musim ramai.
Lonjakan ini secara tidak langsung mengungkap potensi kebocoran pendapatan parkir yang selama ini terjadi, yakni mencapai Rp 80 juta per bulan dalam sistem lama. "Sehingga kalau dilihat potensi riil parkir sudah terlihat jelas meskipun tanpa intervensi gate," ucap Susetya Herawan.
Baca Juga : APDESI Kawal Program Kemendes Satu Desa Rp 1 Miliar, Optimalisasi Pembangunan Tingkat Desa
Merespons mangkraknya alat tersebut, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto memastikan bahwa pemerintah kota akan melakukan evaluasi menyeluruh. Ia menyadari publik mulai mempertanyakan efektivitas anggaran yang digunakan untuk pengadaan smart gate tersebut.
Politisi Gerindra ini menepis kabar adanya penolakan keras dari juru parkir (jukir) sebagai penghambat utama operasional gate. Baginya, dinamika di lapangan hanyalah bagian dari masa transisi kebijakan. Ia menjanjikan bahwa alat canggih tersebut tidak akan dibiarkan mubazir dan akan segera difungsikan dalam waktu dekat sebagai satu kesatuan sistem baru.
"Kami terus monitoring dan evaluasi. Wajar publik bertanya karena memang sudah hampir dua bulan belum berfungsi optimal. Namun, dari sisi pendapatan memang terlihat ada lonjakan signifikan," kata Heli.
